Buku karya Jess Melvin ini berusaha membongkar narasi palsu militer Indonesia tentang pembantaian massal 1965-1966, yang didasarkan pada arsip rahasia militer sendiri.
Penulis ingin menunjukkan bahwa pembantaian tersebut adalah sebuah operasi genosida yang terencana dan terpusat, yang menargetkan sekitar satu juta warga sipil tak bersenjata. Buku ini juga mengungkap peran dan tanggung jawab militer, pemerintah, dan partai politik dalam pelaksanaan dan penutupan kasus genosida tersebut.
Buku ini hadir menantang mitos bahwa Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Buku ini ditulis oleh G.J. Resink, seorang sejarawan dan guru besar hukum keturunan Belanda yang lahir dan besar di Indonesia.
Dalam bukunya, ia mengkritik pandangan sejarah yang terlalu menyederhanakan dan mengabaikan kompleksitas dan keragaman wilayah, waktu, dan kekuasaan di Indonesia.
“Dunia Revolusi” membuka jendela luas ke dalam kompleksitas periode revolusi Indonesia (1945–1949) dengan mempresentasikan serangkaian naskah penelitian yang melibatkan sejarawan Indonesia dan Belanda. Buku ini menyajikan perspektif yang mendalam dan beragam tentang realitas revolusi, mencakup berbagai kelompok sosial, budaya, dan etnis yang terlibat dalam peristiwa penting ini.
Buku ini membongkar lapisan-lapisan tersembunyi sejarah di balik klaim bahwa pendudukan Jepang selama Perang Dunia II di Asia Tenggara adalah upaya pembebasan dari kolonialisme Barat. Melalui hampir lima puluh tahun penelitian di Indonesia, buku ini menjelaskan keterkaitan propaganda dan pendidikan Jepang dengan gerakan nasionalisme Indonesia.
“Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejarah Populer” karya Gerry Van Klinken membuka jendela luas ke dalam kompleksitas pembentukan negara di Indonesia setelah masa kolonial. Dengan berangkat dari kisah nyata kematian Jan Djong, seorang aktivis lokal, buku ini menyajikan analisis mendalam tentang perdebatan seputar kewargaan yang menggema hingga saat ini.
“MAHASISWA, NASIONALISME & PENJARA: Perhimpunan Indonesia 1923-1928” adalah karya seminal yang memberikan gambaran mendalam tentang kegiatan dan peran Perhimpunan Indonesia pada masa kejayaannya. John Ingleson melalui penelitiannya yang teliti dan komprehensif, menggali koleksi arsip berharga serta melakukan wawancara yang kaya dengan para pihak terkait, menghasilkan studi yang mendalam mengenai organisasi ini.
Pada tahun 1945, semangat ‘Merdeka!’ mencuat sebagai teriakan yang memulai perang kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, apa yang terjadi selanjutnya adalah kisah tak terduga yang diuraikan dengan cermat oleh Harry Poeze dan Henk Schulte Nordholt dalam buku ini. Mereka membuka lembaran baru tentang revolusi, menyelami tidak hanya perjuangan melawan Belanda tetapi juga kebangkitan Republik yang penuh ketidakpastian.
“Musim Menjagal: Sejarah Pembunuhan Massal di Indonesia 1965—1966” adalah sebuah karya yang mendalam yang menggali peristiwa tragis dalam sejarah Indonesia. Buku ini menguraikan dengan cermat kejadian pembunuhan massal yang terjadi selama periode tersebut, memberikan pemahaman yang mendalam tentang latar belakang, peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan dampaknya terhadap masyarakat.
“NASIONALISME & REVOLUSI INDONESIA” karya George McTurnan Kahin, sejak kemunculannya pada 1952, segera menjadi karya yang mengukir sejarah dalam dunia akademik, menjadi tonggak dalam penelitian sejarah revolusi Indonesia. Kahin melakukan wawancara mendalam dengan pemimpin politik kunci pada era tersebut dan meneliti laporan dari Indonesia, Belanda, serta negara-negara Eropa lainnya. Hasilnya adalah 15 bab yang penting dan komprehensif, membuka wawasan luas tentang transisi dari Hindia Belanda yang kolonial menjadi Republik Indonesia yang berdaulat.
Politik Dinasti Keluarga Elite Jawa: Abad XV–XX merupakan karya sejarah yang menarik untuk memahami kesinambungan antarrezim kekuasaan di Indonesia. Penulis menggambarkan bagaimana elite politik dan ekonomi Jawa, yang berasal dari dinasti-dinasti lokal, mampu beradaptasi dan bertahan dalam perubahan sistem pemerintahan, baik pada masa pra-kolonial, kolonial, maupun pasca-kolonial. Selain itu, penulis juga menunjukkan bagaimana elite Jawa memanfaatkan modal sosial, jaringan, dan kekuasaan mereka untuk mempengaruhi kebijakan dan kepentingan nasional
“PROPAGANDA & GENOSIDA DI INDONESIA: Sejarah Rekayasa Hantu” adalah sebuah kajian mendalam yang mengungkap keterkaitan antara propaganda dan genosida dalam sejarah Indonesia. Buku ini merunut bagaimana propaganda telah digunakan sebagai alat untuk merancang, menyebarkan, dan memanipulasi persepsi masyarakat, yang pada gilirannya memperkuat jalannya genosida di masa lalu.
“Sejarah Dunia Abad Pertengahan” adalah perjalanan luar biasa melalui zaman yang penuh gejolak setelah runtuhnya Imperium Romawi. Susan Wise Bauer, penulis best seller Sejarah Dunia Kuno, kembali memukau pembaca dengan sekuel ini, membawa kita menjelajahi perubahan global, konflik, dan kemajuan budaya selama abad pertengahan yang menentukan.
Dalam “Sejarah Dunia Kuno,” Susan Wise Bauer menghadirkan kisah-kisah yang membawa sejarah hidup. Buku ini tidak hanya sekadar kronologi kejadian-kejadian, tetapi sebuah perjalanan hidup melalui zaman kuno, dari cerita-cerita tertua hingga jatuhnya Roma.
“Sejarah Dunia Zaman Renaisans” mengukir epik peradaban dunia dari kekacauan Perang Salib hingga kemegahan kekaisaran Ottoman. Susan Wise Bauer, penulis best seller, melanjutkan kisah luar biasa ini dari trilogi Sejarah Dunia, menelusuri masa dari pemikiran Aristoteles yang kembali hingga jatuhnya Konstantinopel.